Maut Mengintai Jalan Poros! Dua Pohon Tumbang Dibabat, Aparat Tancap Gas di Mertani

Lamongan | Analisajatim.id – Cuaca ekstrem kembali memicu gangguan infrastruktur di Kabupaten Lamongan. Dua pohon tumbang dilaporkan roboh dan menutup sebagian jalan poros Karanggeneng–Kalitengah, tepatnya di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, pada Kamis malam, 8 Januari 2026, sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa ini sontak mengganggu arus lalu lintas dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Namun, berkat gerak cepat dan sinergi lintas sektor, risiko tersebut berhasil “ditendang dan digigit” sebelum menelan korban jiwa. Dalam kejadian ini, korban jiwa nihil, sementara kerugian materiil berupa dua titik pohon tumbang yang menghalangi badan jalan.

Tak butuh waktu lama, aparat gabungan langsung turun ke lokasi. Hadir di tempat kejadian perkara (TKP) Kapolsek Karanggeneng IPTU Sofian Ali, S.H. bersama anggota, Camat Karanggeneng Dian Sukmana, SSTP, M.Si beserta Satpol PP, petugas BPBD Kabupaten Lamongan, Sertu Ervan dari Koramil, Kepala Desa Mertani, serta warga masyarakat setempat.

Aparat dan warga bahu-membahu melakukan penanganan darurat, mulai dari pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas, hingga proses evakuasi dan pemotongan batang pohon yang melintang di jalan. Langkah cepat ini dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas serta memastikan akses jalan kembali dapat dilalui pengguna kendaraan.

Kapolsek Karanggeneng IPTU Sofian Ali, S.H. menegaskan bahwa kehadiran aparat di lokasi merupakan bentuk respons cepat untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas. Begitu ada laporan, kami langsung bergerak bersama unsur terkait agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Hingga proses penanganan selesai, situasi di jalur poros Karanggeneng–Kalitengah terpantau aman, terkendali, dan kondusif. Sinergi kuat antara aparat dan masyarakat ini menjadi bukti kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem, sekaligus memastikan aktivitas warga tetap berjalan tanpa hambatan berkepanjangan.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan