Menyambut Tahun Baru 2026 dengan Sholawat, Lamongan Menggugah Langit Lewat Do’a

Lamongan, Analisajatim.id
Alih-alih larut dalam gegap gempita perayaan malam tahun baru yang identik dengan pesta dan hingar bingar, Kabupaten Lamongan memilih jalan berbeda. Rabu malam (31/12), ribuan jamaah memadati halaman Masjid Agung Lamongan dalam gebyar sholawat yang sarat makna spiritual, diprakarsai oleh Lembaga Masjid Agung Lamongan.

Lantunan sholawat menggema, menyayat sunyi malam pergantian tahun. Bukan sekadar seremoni keagamaan, acara ini menjadi ikhtiar kolektif masyarakat Lamongan dalam mengetuk pintu langit, memohon keberkahan dan perlindungan Allah SWT di ambang Tahun Baru 2026.

Pemerintah Kabupaten Lamongan hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa sholawat ini adalah simbol rasa syukur sekaligus refleksi bersama atas perjalanan Lamongan ke depan.

> “Sholawat ini bukan hanya menyambut pergantian tahun, tetapi wujud rasa syukur kita semua untuk menapaki jalan menuju kejayaan Lamongan,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes, di hadapan ribuan jamaah.

Lebih jauh, Pak Yes mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun sebagai ruang muhasabah spiritual—menguatkan niat dan tekad agar pembangunan Lamongan tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keimanan dan kebersamaan.

Tak berhenti pada doa untuk daerah sendiri, gebyar sholawat ini juga mengalirkan empati bagi saudara-saudara sebangsa. Doa khusus dipanjatkan untuk masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah dilanda musibah bencana alam—sebuah pengingat bahwa keberkahan sejati lahir dari kepedulian dan solidaritas.

Dipimpin langsung oleh **Habib Anis bin Syahab**, ulama kharismatik asal Jakarta, majelis sholawat malam itu menjadi magnet spiritual. Ribuan jamaah tidak hanya datang dari Lamongan, tetapi juga dari berbagai daerah di luar kabupaten, larut dalam dzikir dan doa hingga larut malam.

Di tengah gemerlap pergantian tahun, Lamongan memilih cahaya yang berbeda: cahaya sholawat, doa, dan harapan. Sebuah pesan kuat bahwa menyambut masa depan tidak selalu harus dengan kembang api, tetapi bisa dengan ketundukan dan ketulusan hati.



Reporter : Analisa
Editor : Nur

Tinggalkan Balasan