Lamongan|Analisajatim.id,- Suara takbir menggema di langit malam Kecamatan Kedungpring pada Minggu malam, 30 Maret 2024, menandai datangnya Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Udara malam bergetar oleh lantunan takbir, tahmid, dan tahlil yang berpadu harmonis, menciptakan simfoni religius yang menyentuh kalbu, membangkitkan rasa khidmat dan suka cita yang mendalam di setiap sudut wilayah kecamatan.
Suasana khusyuk dan penuh kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah masyarakat yang antusias menyambut hari kemenangan.

Lampu-lampu rumah berkelap-kelip, menambah semarak suasana malam yang suci. Aroma harum masakan khas lebaran mulai tercium dari dapur-dapur warga, menambah semarak suasana.
Anak-anak berlarian dengan riang gembira, mengenakan pakaian baru mereka. Orang tua saling bertegur sapa, berbagi kebahagiaan dan ucapan selamat Idul Fitri.

Di tengah kemeriahan dan kegembiraan tersebut, Ketua Ranting Setia Hati Terate (SH Terate) Ranting Kedungpring, Eko Kristian, menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Melalui Komandan Pamter (Pengamanan Terate) Dodik Bagor, beliau turun langsung memimpin pengamanan jalur kegiatan Takbir Keliling di wilayahnya.

Kehadiran beliau memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri, Hal ini merupakan wujud nyata dari peran serta PSHT dalam menjaga kerukunan dan keamanan di tengah masyarakat, khususnya pada momen perayaan hari besar keagamaan seperti Idul Fitri.
Kehadiran Pamter SH Terate juga menjadi simbol sinergi antara organisasi masyarakat dan aparat keamanan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Pengamanan Takbir Keliling difokuskan pada rute yang dilalui pawai, meliputi Kedungpring, Tlanak, Kalen, Mojodadi, dan Dradah. Kelima desa ini dipilih karena memiliki sejarah panjang dalam partisipasi aktif dan antusiasme tinggi dalam menyemarakkan Takbir Keliling setiap tahunnya.
Masyarakat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua, tumpah ruah ke jalanan, membawa obor dan berbagai macam atribut bernuansa Islami.
Dengan penuh semangat dan kegembiraan, mereka mengumandangkan takbir, mengagungkan asma Allah, menebarkan kebahagiaan dan kedamaian di malam yang penuh berkah.
Alunan takbir yang menggema di sepanjang jalan, diiringi tabuhan rebana dan gemerincing alat musik tradisional lainnya, menciptakan atmosfer religius yang begitu khusyuk dan menyentuh hati, membawa kedamaian dan ketenangan bagi setiap insan yang mendengarnya.

Suara takbir bergema, membelah keheningan malam, menggetarkan hati setiap insan yang mendengarnya.
Pamter SH Terate Ranting Kedungpring, di bawah komando Dodik Bagor beserta anggotanya, berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan Takbir Keliling.
Mereka berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat, seperti kepolisian dan TNI, melakukan pengaturan arus lalu lintas di sepanjang jalur yang dilalui para peserta.
Pengaturan ini dilakukan secara sistematis dan terstruktur, mulai dari titik awal keberangkatan hingga kembali ke tempat semula, dengan menempatkan petugas di setiap persimpangan dan titik-titik rawan kemacetan.
Tujuannya adalah agar takbir keliling dapat berjalan dengan tertib, aman, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya yang mungkin tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut, seperti warga yang sedang beristirahat atau yang memiliki keperluan mendesak.
Para petugas Pamter juga sigap dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan, seperti tawuran antar warga atau tindakan kriminal lainnya, dan memberikan bantuan kepada peserta takbir keliling yang membutuhkan,
misalnya jika ada peserta yang mengalami kecelakaan atau sakit. Mereka juga memastikan bahwa rute yang dilalui pawai takbir bebas dari hambatan dan potensi bahaya.

“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kegiatan Takbir Keliling di wilayah Kecamatan Kedungpring dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar Ketua Ranting Kedungpring, Eko Kristian.
“Kami juga menghimbau kepada seluruh peserta takbir keliling agar senantiasa menjaga ketertiban, mematuhi aturan lalu lintas, seperti tidak menggunakan kendaraan yang tidak layak jalan dan tidak berkendara secara ugal-ugalan, dan menghormati hak-hak pengguna jalan lainnya.”
Beliau menambahkan, “Semoga perayaan Idul Fitri tahun ini dapat membawa keberkahan, kebahagiaan, dan kedamaian bagi kita semua, serta mempererat tali silaturahmi antar umat beragama dan antar warga masyarakat.”

Beliau juga berharap agar semangat kebersamaan dan gotong royong yang terjalin selama bulan Ramadhan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di hari-hari mendatang.
Antusiasme masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H terlihat jelas dari partisipasi aktif mereka dalam kegiatan Takbir Keliling.
Suasana takbir yang meriah, khidmat, dan penuh kekhusyukan ini menjadi momen spesial yang tak terlupakan bagi seluruh umat muslim di wilayah Kecamatan Kedungpring.
Kegiatan ini bukan hanya sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat Ramadhan yang telah dilalui, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antar warga, menumbuhkan rasa persaudaraan, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Semangat kebersamaan dan persaudaraan terpancar jelas di wajah-wajah ceria mereka, menciptakan suasana harmonis dan penuh kedamaian.
Semoga semangat ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi kita semua dalam menjalani kehidupan sehari-hari, membangun masyarakat yang lebih baik, dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju.
Semoga keberkahan Idul Fitri senantiasa menyertai kita semua.
Editor : Nur
Published. : Red



