Pantau Banjir Seharian, Delapan Desa di Kalitengah Tergenang Hingga 60 Cm

Analisajatim.id – Lamongan,- Kondisi banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Pada Senin (23/2/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB, dilakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian air yang menggenangi jalan dan permukiman warga di delapan desa terdampak.

Berdasarkan data lapangan, ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 60 sentimeter, dengan dampak pada ratusan rumah, fasilitas umum, lahan pertanian, hingga akses jalan poros desa.

Desa Terdampak:

1. Desa Bojoasri
Ketinggian air rata-rata 30–60 cm.
Terdampak 140 rumah, jalan poros sepanjang 1.500 meter, jalan lingkungan 1.000 meter, 5 TK/PAUD, 2 SD/MI, 1 SMP/MTs, 1 SMA/SMK/MA, 2 mushola, 1 kantor pemerintahan, serta 285 hektare sawah/tambak.

2. Desa Blajo
Ketinggian air 10–30 cm.
Sebanyak 38 rumah terdampak, jalan poros 80 meter, jalan lingkungan 500 meter, 1 SD/MI, 2 mushola, serta 72 hektare sawah/tambak.

3. Desa Pucangtelu
Ketinggian air 5–30 cm.
Sebanyak 62 rumah terdampak, jalan poros 80 meter, jalan lingkungan 200 meter, 1 TK/PAUD, 1 SD/MI, serta 142 hektare sawah/tambak.

4. Desa Pucangro
Ketinggian air 20–30 cm.
Tercatat 60 rumah terdampak, jalan poros 1.200 meter, jalan lingkungan 400 meter, 1 mushola, 1 puskesmas pembantu, serta 187 hektare sawah/tambak.

5. Desa Gambuhan
Ketinggian air 10–20 cm.
Sebanyak 40 rumah, jalan poros 700 meter, jalan lingkungan 500 meter, 1 SD/MI, serta 63 hektare sawah/tambak terdampak.

6. Desa Tiwet
Ketinggian air 5–15 cm.
Sebanyak 37 rumah terdampak, jalan poros 100 meter, 1 TK/PAUD, 1 SD/MI, 1 puskesmas pembantu, serta 49 hektare sawah/tambak.

7. Desa Somosari
Ketinggian air 5–20 cm.
Sebanyak 168 rumah terdampak, jalan poros 50 meter, jalan lingkungan 200 meter, 1 TK/PAUD, 1 mushola, 1 puskesmas pembantu, 1 kantor pemerintahan, serta 250 hektare sawah/tambak.

8. Desa Jelakcatur
Ketinggian air 10–55 cm.
Sebanyak 172 rumah terdampak, jalan poros 100 meter, jalan lingkungan 500 meter, 1 TK/PAUD, 1 SD/MI, 1 masjid, 1 puskesmas pembantu, 1 kantor pemerintahan, serta 160 hektare sawah/tambak.

Catatan Lapangan:

  • Ketinggian air tertinggi tercatat mencapai 60 cm dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
  • Jalan poros Desa Blajo telah dilakukan pengurukan sepanjang 100 meter oleh masyarakat menggunakan material pedel.
  • Akses terberat berada di jalan poros Desa Jelakcatur sepanjang 500 meter serta jalan poros Desa Bojoasri, meski warga telah membuat jalur darurat.
  • Dua unit mesin pompa pembuangan air di Dusun Melik yang mengarah ke aliran Bengawan Solo masih berfungsi normal.

Hingga saat ini, situasi wilayah Kalitengah terpantau dalam kondisi kondusif meskipun genangan air masih terjadi di sejumlah titik. Warga bersama aparat terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan guna meminimalisir dampak banjir.

Reporter : Analisa
Editor : Nur

Tinggalkan Balasan