PATROLI PREVENTIF BUKAN SEKADAR KELILING! Polsek Kalitengah Sterilkan Titik Kumpul Perguruan Silat & Rawan Balap Liar dari Ancaman Konflik 3C

Lamongan, Analisajatim.id – Keamanan wilayah tidak bisa dibangun di atas asumsi bahwa tradisi bela diri otomatis identik dengan ketertiban. Menyadari potensi kerawanan yang menyertai dinamika sosial di malam hari, Kapolsek Kalitengah bersama empat personel gabungan—Aiptu Sugianto, Aipda M Nurdi, Aipda Haris, dan Bripka Sujoko—menggelar patroli Harkamtibmas intensif pada Jumat (19/6/2026) pukul 21.40 WIB. Sasaran operasinya sangat spesifik dan berbasis intelijen: titik kumpul pemuda/perguruan pencak silat, pertokoan, kantor bank, serta lokasi rawan gangguan kamtibmas lainnya. Langkah ini menegaskan pergeseran paradigma kepolisian dari reaktif menjadi preventif-protektif dalam menghadapi ancaman konflik horizontal dan kejahatan jalanan (3C).

Kehadiran polisi di lokasi-lokasi strategis ini membantah stigma bahwa aparat hanya berfungsi saat ada aduan atau insiden terbuka. Di sini, mereka bertransformasi menjadi mitra keamanan aktif bagi komunitas bela diri dan pelaku usaha. Fokus patroli kali ini sangat tegas: mencegah gesekan antar-perguruan silat yang kerap dipicu oleh kesalahpahaman sepele, sekaligus menindak balap liar dan penggunaan knalpot brong yang meresahkan warga. Dengan menempatkan personel di titik-titik vital sebelum massa bergerak atau kendaraan ngebut melintas, aparat menciptakan efek deterensi kuat yang memutus mata rantai kriminalitas sejak dini.

“Kami hadir untuk membina, bukan sekadar mengawasi. Pencegahan konflik dan kejahatan dimulai dari kehadiran fisik yang konsisten di tengah masyarakat,” ujar sumber kepolisian di lapangan. Fakta membuktikan efektivitas strategi ini: situasi Kamtibmas tetap kondusif dan terkendali penuh sepanjang kegiatan berlangsung tanpa insiden berarti. Sinergi antara patroli aktif dan partisipasi warga menciptakan mekanisme peringatan dini organik yang sulit ditembus oleh oknum pembuat onar.

Langkah Polsek Kalitengah ini menegaskan komitmen penegakan supremasi hukum yang adaptif terhadap dinamika sosial kontemporer. Tradisi bela diri harus tetap bermartabat dan taat aturan; euforia kebersamaan tidak boleh dijadikan kedok untuk pelanggaran hukum. Kapolsek Kalitengah menegaskan, toleransi nol terhadap konflik antar-kelompok, balap liar, maupun gangguan ketertiban umum. Mari wujudkan Kalitengah yang aman, harmonis, dan produktif melalui kolaborasi berbasis integritas. Ketertiban adalah fondasi keberlanjutan tradisi dan ekonomi kita bersama.

(Reporter: Analisa | Editor: Nur)

Tinggalkan Balasan