Patroli Siang Bolong, Polisi “Sisir” Titik Rawan Bencana di Karanggeneng: Negara Tak Boleh Kalah Cepat dari Alam

LAMONGAN, Analisajatim.id – Negara tak boleh menunggu bencana datang baru bergerak. Prinsip itu tampak dijalankan jajaran Polsek Karanggeneng yang turun langsung menyisir wilayah rawan, Selasa (21/4/2026) siang.

Sekitar pukul 10.35 WIB, anggota jaga Polsek Karanggeneng bergerak ke Desa Sumberwudi, salah satu titik yang masuk peta rawan. Sasaran patroli bukan sekadar formalitas—melainkan antisipasi konkret terhadap potensi tanah longsor, pohon tumbang, kebakaran, hingga banjir yang bisa sewaktu-waktu mengancam keselamatan warga.

Langkah ini bukan tanpa dasar. Dalam perspektif hukum, negara—melalui aparatnya—memiliki kewajiban melindungi masyarakat dari ancaman nyata, termasuk bencana alam. Hal ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menegaskan bahwa upaya pencegahan dan mitigasi adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah.

Di lapangan, petugas tidak hanya memantau kondisi geografis, tetapi juga aktif berdialog dengan warga. Pesan kamtibmas disampaikan lugas: masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang rawan longsor dan genangan air.

Fakta di lapangan menunjukkan, ancaman bencana bukan isu musiman. Cuaca ekstrem yang tak menentu membuat potensi risiko meningkat. Jika abai, dampaknya bukan hanya kerugian materiil, tapi juga bisa berujung pada korban jiwa—dan di titik ini, kelalaian bisa berimplikasi hukum.

Patroli kewilayahan ini menjadi bukti bahwa pencegahan lebih murah daripada penanggulangan. Polisi tidak hanya hadir saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga ketika ancaman datang dari alam.

Kapolsek Karanggeneng melalui laporan resminya menegaskan, kegiatan ini akan terus digencarkan sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.

Di tengah ancaman yang tak kasat mata, satu hal menjadi jelas: kesiapsiagaan adalah garis pertahanan pertama. Dan di Karanggeneng, garis itu sedang dijaga.

Reporter: Tim Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan