Pekarangan Disulap Jadi Lumbung Gizi, Polisi Turun Tangan Kawal Ketahanan Pangan di Turi

Lamongan | Analisajatim.id,— Ketahanan pangan tak lagi sekadar wacana. Di Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, langkah nyata mulai dipanen dari halaman rumah warga. Tanaman kelengkeng, jeruk, pepaya, hingga jambu tumbuh berdampingan dengan budidaya ikan—menciptakan ekosistem pangan mandiri yang hidup dan produktif.

Selasa (7/4/2026) pukul 10.19 WIB, jajaran kepolisian turun langsung melakukan monitoring program P2B (Pekarangan Pangan Bergizi). Kegiatan ini bukan formalitas. Ini gerakan nyata memastikan pekarangan warga benar-benar berdaya guna sebagai sumber gizi keluarga.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ipda Iswandi, Aiptu Ali, Aipda Sunarno, dan Aipda Samsul Anam. Mereka menyusuri pekarangan warga, memantau langsung perkembangan tanaman buah serta budidaya ikan yang menjadi bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan berbasis rumah tangga.

Tak sekadar memantau, petugas juga melakukan sosialisasi. Pesannya tegas: pekarangan bukan ruang kosong—melainkan aset pangan yang harus dioptimalkan. Di tengah ancaman krisis pangan global dan ketidakpastian iklim, langkah kecil dari rumah menjadi benteng pertama ketahanan.

Hasilnya terlihat jelas. Tanaman tumbuh sehat, sistem berjalan, dan masyarakat mulai sadar pentingnya kemandirian pangan. Program P2B di wilayah Turi pun berjalan aman, terkendali, dan menunjukkan progres positif.

Gerakan ini menjadi bukti: ketika aparat dan masyarakat bergerak bersama, ketahanan pangan bukan sekadar slogan—melainkan kenyataan yang tumbuh dari tanah sendiri.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan