Bangkalan|AnalisaJatim. Id
Insiden pelarian diri seorang pengemudi mobil Suzuki Ertiga setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) senilai Rp435.000 di SPBU 5469116 Bancaran, Kabupaten Bangkalan, telah menjadi viral di media sosial.
Kejadian yang terjadi pada Jumat, 04 April 2025, sekitar pukul 10:04 WIB ini terekam kamera pengawas SPBU dan dibagikan oleh salah satu pegawai SPBU melalui platform media sosial.
Dalam unggahannya, pegawai tersebut memohon bantuan kepada masyarakat luas, khususnya warga Kabupaten Bangkalan dan sekitarnya, untuk mengidentifikasi dan melaporkan keberadaan mobil tersebut.

“Tolong, jika ada yang mengenali mobil ini di sekitar Kabupaten Bangkalan dan sekitarnya, mohon informasikan kepada kami.
Mobil ini kabur setelah mengisi BBM full tank senilai Rp435.000 di SPBU Bancaran, Kabupaten Bangkalan 5469116. Pengemudi beralasan akan membayar menggunakan EDC, namun saat petugas kami hendak mengambil mesin EDC, pengemudi langsung tancap gas,” tulis pegawai tersebut dalam unggahannya.
Rekaman video dari kamera pengawas SPBU memperlihatkan kronologi kejadian secara lebih detail. Terlihat mobil Suzuki Ertiga berwarna putih hitam berhenti di salah satu pompa bensin. Setelah pengisian BBM selesai, pengemudi mobil tersebut terlihat berinteraksi dengan petugas SPBU.
Berdasarkan keterangan pegawai SPBU, pengemudi tersebut menyatakan akan membayar menggunakan mesin EDC. Petugas SPBU kemudian beranjak untuk mengambil mesin EDC. Namun, saat petugas berbalik dan berjalan menuju mesin EDC, pengemudi mobil Ertiga tersebut justru langsung menginjak pedal gas dan melarikan diri.

Petugas SPBU yang menyadari hal tersebut langsung berlari mengejar mobil yang kabur, namun upaya tersebut tidak berhasil.
Ciri-ciri mobil yang kabur tersebut adalah Suzuki Ertiga dengan kombinasi warna putih dan hitam. Nomor polisi yang tertera adalah B 1259 HOA.
Namun, berdasarkan pengamatan dari foto yang dibagikan, plat nomor tersebut diletakkan di dashboard mobil, bukan pada tempatnya yang seharusnya.
Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa plat nomor tersebut mungkin palsu atau sengaja ditempatkan di dashboard untuk mengelabui petugas.
Pihak SPBU telah melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib dan berharap agar pelaku segera tertangkap.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para petugas SPBU untuk lebih waspada terhadap modus penipuan seperti ini.
Diharapkan juga agar masyarakat dapat lebih berhati-hati dan melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Kejadian ini juga menimbulkan kerugian finansial bagi SPBU. Meskipun nominal kerugian tidak terlalu besar, namun hal ini dapat menjadi preseden buruk dan berpotensi terulang kembali.
Pihak SPBU berharap agar kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan dalam bertransaksi.
Selain itu, pihak SPBU juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan serupa karena merugikan orang lain dan melanggar hukum.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan berharap dapat segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku. Masyarakat dihimbau untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaan mobil tersebut.
Kerjasama antara masyarakat dan pihak kepolisian sangat penting dalam mengungkap kasus ini dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Pihak SPBU juga akan meningkatkan pengawasan dan keamanan di area SPBU untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Semoga kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak dan pelaku dapat segera ditangkap serta mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Editor : Ridhoi
Published : Red



