Polisi Kawal Lahan Jagung Rakyat, Polsek Babat Turun Gunung Pastikan Program Swasembada Pangan Tak Sekadar Slogan

Analisajatim.id | Lamongan – Di tengah tantangan ketahanan pangan nasional yang terus menjadi perhatian pemerintah, jajaran Polsek Babat menunjukkan langkah konkret dengan turun langsung ke lahan pertanian warga. Pengecekan rutin tanaman jagung milik petani di Desa Plaosan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, menjadi bukti bahwa program swasembada pangan tidak boleh berhenti pada tataran kebijakan semata.

Kegiatan yang dilaksanakan jajaran Polsek Babat, Polres Lamongan, Polda Jawa Timur tersebut merupakan bagian dari pengawasan dan pendampingan terhadap sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional.

Kapolsek Babat, Kompol Chakim Amrullah, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya menjalankan instruksi pimpinan untuk mengawal program ketahanan pangan secara berkelanjutan. Menurutnya, stabilitas pangan memiliki kaitan erat dengan stabilitas sosial dan keamanan masyarakat.

“Polsek Babat hadir untuk memastikan lahan-lahan produktif tetap terjaga dan petani mendapatkan dukungan yang diperlukan. Swasembada pangan adalah kepentingan nasional yang harus didukung seluruh elemen, termasuk kepolisian,” tegas Kompol Chakim Amrullah, Minggu (8/6/2026).

Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Babat yang terdiri dari Aipda Suwono, S.H., Aipda Imam Mukhrojin, dan Bripda Ahmad Nasuruddin melakukan monitoring langsung ke lahan jagung milik warga. Selain mengecek kondisi tanaman, mereka juga menyerap berbagai aspirasi petani terkait kebutuhan pupuk, sistem pengairan, hingga ancaman hama yang berpotensi mengganggu produktivitas hasil panen.

Fakta di lapangan menunjukkan tanaman jagung di Desa Plaosan berkembang cukup baik. Namun demikian, pendampingan tetap diperlukan agar petani mampu mempertahankan produktivitas dan menghadapi berbagai kendala yang muncul selama masa tanam.

Aipda Suwono menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang bertujuan memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Kami secara rutin melakukan monitoring. Hari ini fokus pada lahan jagung milik warga Desa Plaosan. Kondisi tanaman cukup baik dan petani sangat antusias. Kehadiran polisi di tengah petani diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus solusi terhadap persoalan yang mereka hadapi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Aipda Imam Mukhrojin. Ia melihat semangat petani di Desa Plaosan terus meningkat setelah adanya pendampingan dan monitoring secara berkala.

“Antusiasme warga sangat tinggi. Mereka semakin bersemangat menanam jagung karena merasa mendapatkan perhatian dan dukungan. Tujuan akhirnya bukan hanya hasil panen yang meningkat, tetapi terciptanya kemandirian pangan di tingkat desa,” jelasnya.

Dari hasil pemantauan tersebut, terlihat bahwa kolaborasi antara aparat kepolisian dan petani mampu membangun optimisme dalam sektor pertanian. Di saat berbagai daerah menghadapi tantangan produksi pangan, Desa Plaosan justru menunjukkan semangat untuk terus meningkatkan produktivitas lahan.

Langkah Polsek Babat ini menjadi contoh bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Ketika aparat keamanan tidak hanya hadir sebagai penjaga ketertiban, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menjaga keberlangsungan produksi pangan, maka cita-cita swasembada pangan nasional memiliki peluang lebih besar untuk terwujud.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan