Polisi Masuk Pekarangan Warga: Program Pangan Bergizi Diuji di Lapangan, Bukan Sekadar Data

Lamongan, Analisajatim.id — Ketahanan pangan tak bisa dibangun dari meja rapat. Di Karanggeneng, polisi memilih turun langsung ke tanah—memastikan program berjalan, bukan sekadar dilaporkan.

Senin (20/4/2026) pukul 10.40 WIB, anggota Polsek Karanggeneng menggelar monitoring dan pengecekan Program Pangan Bergizi (P2B) di Desa Mertani. Lokasinya bukan lahan proyek besar, melainkan pekarangan milik warga bernama Rais—ruang kecil yang justru menjadi ujian nyata efektivitas program pemerintah.

Aiptu Hardi dan Aipda Sugeng R memeriksa langsung kondisi tanaman terong dan pohon kayu putih yang ditanam di lahan tersebut. Tak hanya melihat, keduanya juga memberi dorongan dan arahan kepada pemilik lahan agar perawatan dilakukan maksimal demi hasil yang berkelanjutan.

Langkah ini menegaskan satu hal: program pangan tidak boleh berhenti pada slogan. Harus ada kontrol, evaluasi, dan pendampingan nyata di lapangan.

Secara hukum, keterlibatan Polri dalam mendukung program strategis pemerintah, termasuk ketahanan pangan, merupakan bagian dari fungsi menjaga stabilitas nasional. Ketika sektor pangan goyah, dampaknya bukan hanya ekonomi, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial.

Namun publik berhak bertanya lebih jauh: apakah program seperti P2B benar-benar berdampak signifikan, atau hanya menjadi rutinitas monitoring tanpa indikator keberhasilan yang jelas?

Di tengah tekanan global terhadap sektor pangan, penguatan dari tingkat desa menjadi krusial. Pekarangan warga kini bukan lagi ruang biasa—tetapi bagian dari benteng ketahanan pangan nasional.

Kegiatan berlangsung aman dan terkendali. Tapi pesan yang ingin ditegaskan jelas: keberhasilan program tidak diukur dari laporan, melainkan dari hasil panen di tanah warga.

Reporter: Tim Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan