Polisi Turun ke Kebun Warga, Polsek Karanggeneng Dorong Ketahanan Pangan dari Pekarangan Desa

LAMONGAN, Analisajatim.id – Di tengah ancaman fluktuasi harga pangan dan tekanan inflasi daerah, Polsek Karanggeneng memilih jalan senyap namun strategis: turun langsung ke kebun warga. Langkah ini menjadi bukti bahwa peran kepolisian tak lagi berhenti pada penjagaan keamanan, melainkan ikut mengawal denyut ekonomi dan ketahanan pangan dari level paling dasar—desa.

Pada Selasa (10/02/2026), sekitar pukul 11.15 WIB, dua personel Polsek Karanggeneng, Aipda Sugeng dan Brigadir Riza, melakukan monitoring Program Pangan Bergizi (P2B) di lahan pekarangan produktif milik Robi, warga RT 02 RW 04, Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.

Dalam kapasitasnya sebagai Polisi Penggerak Desa, Aipda Sugeng dan Brigadir Riza tidak sekadar hadir secara simbolik. Keduanya melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman hortikultura yang dibudidayakan warga,Cabai, Tomat, Terong.

Tanaman-tanaman tersebut menjadi komoditas krusial yang selama ini berkontribusi signifikan terhadap gejolak harga di pasar. Dari hasil monitoring, kondisi tanaman dinilai tumbuh cukup baik dan berpotensi menghasilkan panen berkelanjutan apabila dirawat secara konsisten.

Tak hanya inspeksi, petugas juga memberikan edukasi teknis serta motivasi kepada pemilik lahan agar tetap menjaga pola perawatan, pemupukan, dan pengendalian hama. Tujuannya jelas: memastikan pekarangan produktif benar-benar mampu menopang kebutuhan pangan keluarga dan lingkungan sekitar.

“Kami hadir bukan untuk seremonial. Program Pangan Bergizi ini harus hidup, berbuah, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Polisi siap menjadi motivator dan pendamping warga,” tegas Aipda Sugeng di sela kegiatan.

Langkah Polsek Karanggeneng ini menyimpan pesan strategis yang lebih dalam.

Pertama, transformasi peran Polri semakin nyata. Polisi tidak lagi diposisikan semata sebagai aparat penegak hukum, tetapi sebagai problem solver yang menyentuh akar persoalan sosial—termasuk ketahanan pangan.

Kedua, stabilisasi harga pangan. Ketika kebutuhan cabai, tomat, dan sayuran bisa dipenuhi dari pekarangan sendiri, ketergantungan warga pada pasar berkurang. Dalam skala lebih luas, ini berkontribusi menekan inflasi daerah yang kerap dipicu lonjakan harga pangan.

Ketiga, ketahanan nasional dimulai dari desa. Desa Mertani menjadi contoh konkret bahwa pemanfaatan lahan tidur dapat menjadi benteng pertama menghadapi krisis pangan. Dari pekarangan kecil, ketahanan nasional dibangun secara berlapis.

Keempat, korelasi langsung dengan kamtibmas. Ketersediaan pangan yang stabil berdampak pada stabilitas sosial. Ketika kebutuhan dasar tercukupi, potensi konflik sosial dan kriminalitas pun dapat ditekan.

Unsur Laporan Keterangan Waktu Selasa, 10 Februari 2026 Lokasi Pekarangan Bpk. Robi, RT 02 RW 04, Desa Mertani Petugas Aipda Sugeng & Brigadir Riza Program Program Pangan Bergizi (P2B) Hasil Aman, lancar, kondusif

Polsek Karanggeneng berharap langkah ini menjadi pemantik kesadaran kolektif warga lainnya untuk mengoptimalkan pekarangan rumah. Sebab, di tengah tantangan global, ketahanan pangan bukan lagi pilihan—melainkan keharusan strategis.

Reporter: Analisa
Editor: Nur


Kalau mau, aku bisa:

  • menajamkan lagi judul (lebih “menggigit”),
  • atau menyesuaikan dengan gaya headline kriminal–strategis khas Analisajatim.id 🔥

Tinggalkan Balasan