Polisi Turun ke Ladang: Kawal Ketahanan Pangan, Singkong Jadi Senjata Lawan Krisis

Lamongan, Analisajatim.id – Polisi tak melulu bicara soal kriminalitas. Di Kecamatan Kalitengah, aparat justru turun langsung ke ladang. Selasa (21/4/2026) pukul 09.33 WIB, Polsek Kalitengah menggelar patroli monitoring program P2B (Pemanfaatan Pekarangan Bergizi) dengan fokus pada tanaman singkong—komoditas sederhana yang kini diposisikan sebagai benteng ketahanan pangan.

Lokasi yang disasar berada di Desa Kediren dan Desa Butungan. Di sana, petugas tidak sekadar melihat-lihat, tetapi memastikan program berjalan nyata di lapangan, bukan sekadar laporan di atas kertas.

Tiga personel—Aipda Wawan F.I, Bripka Tarilan, dan Bripda Fiqhi—turun langsung melakukan monitoring sekaligus sosialisasi kepada warga. Pesan mereka jelas: pekarangan rumah bukan lahan tidur, melainkan sumber pangan yang bisa menyelamatkan ekonomi keluarga.

Langkah ini sejalan dengan dorongan program strategis nasional “Asta Cita” Presiden Republik Indonesia, yang menempatkan ketahanan pangan sebagai isu krusial. Di tengah ancaman krisis global, fluktuasi harga bahan pokok, hingga dampak perubahan iklim, pendekatan berbasis masyarakat seperti P2B menjadi kunci.

Namun, ada sisi hukum yang tak bisa diabaikan. Ketahanan pangan bukan hanya urusan kebijakan, tetapi juga memiliki landasan kuat dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang menegaskan kewajiban negara menjamin ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan bergizi bagi masyarakat. Artinya, setiap upaya penguatan pangan lokal adalah bagian dari mandat hukum, bukan sekadar program seremonial.

Di lapangan, hasil monitoring menunjukkan kegiatan berjalan aktif. Tanaman singkong mulai dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif, sekaligus cadangan saat harga kebutuhan pokok melonjak.

Polsek Kalitengah mengirim pesan tegas: menjaga stabilitas tidak hanya dengan patroli jalanan, tetapi juga dengan memastikan perut rakyat tetap terisi. Karena ketika pangan aman, potensi konflik sosial ikut mereda.

Singkong mungkin terlihat sederhana. Tapi di tangan kebijakan yang tepat dan pengawasan yang serius, ia bisa menjadi simbol perlawanan terhadap krisis.

Reporter: Tim Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan