Polisi Turun ke Ladang, Kawal Program Pangan: Cabai Jadi Simbol, Ketahanan Jadi Taruhan

Analisajatim.id | Lamongan — Polisi tak hanya berbicara soal kriminalitas. Di Desa Sugiwaras, Kecamatan Kalitengah, Jumat (24/4/2026) pukul 10.04 WIB, aparat Polsek Kalitengah turun langsung ke lahan warga. Bukan untuk penindakan, melainkan memastikan program ketahanan pangan benar-benar berjalan—bukan sekadar laporan di atas kertas.
Kegiatan monitoring P2B (Pekarangan Pangan Bergizi) menyasar tanaman cabai, komoditas sederhana yang kini punya makna strategis: penopang kebutuhan rumah tangga sekaligus bagian dari agenda besar negara dalam program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Dipimpin petugas Aipda Wawan F.I, Bripka Tarilan, dan Bripda Fiqhi, monitoring dilakukan dengan pendekatan langsung—mengecek kondisi tanaman, memastikan keberlanjutan, serta memberikan dorongan kepada masyarakat agar memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi.
Ketahanan Pangan Bukan Slogan
Di tengah fluktuasi harga bahan pokok, program P2B menjadi benteng awal ketahanan pangan berbasis keluarga. Cabai yang ditanam di pekarangan bukan sekadar pelengkap dapur, tapi bagian dari strategi mengurangi ketergantungan pasar.
Polisi hadir memastikan program ini tidak mandek. Sebab, ketika distribusi pangan terganggu atau harga melonjak, dampaknya bisa meluas hingga memicu keresahan sosial.
Secara hukum, ketahanan pangan bukan isu sampingan. UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan menegaskan bahwa negara bertanggung jawab menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan pangan bagi masyarakat.
Artinya, setiap program yang mendukung kemandirian pangan, termasuk P2B, memiliki legitimasi kuat dan harus dijalankan secara serius—bukan formalitas administratif.
Keterlibatan Polri dalam program ini menunjukkan pergeseran peran yang lebih luas: dari sekadar penjaga keamanan menjadi pengawal stabilitas sosial-ekonomi. Ketahanan pangan adalah bagian dari stabilitas itu sendiri.
Jika pangan aman, potensi konflik menurun. Sebaliknya, krisis pangan bisa menjadi pemicu gangguan kamtibmas.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali. Namun pesan yang ingin ditegaskan tidak berhenti di sana—pengawasan akan terus berjalan untuk memastikan program ini berkelanjutan.
Polisi sudah turun ke ladang. Kini, konsistensi semua pihak diuji: apakah program ini benar-benar dijaga, atau hanya hidup saat diawasi?
Reporter: Analisa
Editor: Nur