Polisi Turun ke Ladang: P2B Tanaman Bergizi Dikawal, Ketahanan Pangan Tak Sekadar Wacana

Lamongan | Analisajatim.id — Ketahanan pangan tak lagi berhenti di meja rapat. Di Kecamatan Kalitengah, aparat kepolisian turun langsung ke ladang, memastikan program P2B (Pekarangan Pangan Bergizi) berjalan nyata, bukan sekadar jargon.
Rabu (6/5/2026) pukul 11.27 WIB, jajaran Polsek Kalitengah melakukan patroli monitoring tanaman bergizi jenis labu panjang di Desa Sugiwaras. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional Asta Cita Presiden Republik Indonesia—sebuah agenda besar yang menuntut implementasi konkret hingga level desa.

Tiga personel diterjunkan: Aipda Wawan F.I, Bripka Tarilan, dan Bripda Fiqhi. Mereka tak sekadar memantau, tetapi juga melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat terkait pentingnya pemanfaatan lahan produktif untuk tanaman bergizi.
Langkah ini mengirim sinyal tegas: polisi bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga pengawal program strategis negara. Dari ladang sederhana di Sugiwaras, pesan ketahanan pangan digaungkan—bahwa kemandirian pangan dimulai dari pekarangan sendiri.
Hasilnya? Program P2B di wilayah tersebut terpantau berjalan, dengan tanaman labu panjang sebagai salah satu komoditas yang dikembangkan. Tidak ada hambatan berarti di lapangan, dan kegiatan berlangsung kondusif.

Namun di balik itu, pertanyaan krusial tetap mengemuka: sejauh mana keberlanjutan program ini akan dijaga? Monitoring satu hari bukan jaminan keberhasilan jangka panjang. Dibutuhkan konsistensi, pendampingan, dan kontrol berkelanjutan agar program tidak berhenti sebagai formalitas laporan.
Polsek Kalitengah telah memulai langkah. Kini, publik menunggu—apakah gerakan ini akan menjadi fondasi ketahanan pangan yang nyata, atau sekadar rutinitas administratif.
Reporter: Analisa
Editor: Nur