Polisi Turun ke Lahan Warga, Awasi Program Pangan Bergizi: Ketahanan Pangan Tak Boleh Sekadar Slogan

LAMONGAN | Analisajatim.id — Di tengah isu ketahanan pangan yang kerap jadi jargon, langkah konkret justru terlihat di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng. Selasa (5/5/2026), aparat Polsek Karanggeneng turun langsung ke pekarangan warga untuk memastikan program pemerintah tak berhenti di atas kertas.
Bukan rapat, bukan seremoni. Monitoring dilakukan di lahan milik warga, tepatnya pekarangan milik Bapak Tono di RT 02 RW 05. Di lokasi inilah Program Pangan Bergizi (P2B) diuji—apakah benar berjalan atau sekadar formalitas administratif.
Dua personel, Aiptu Hardi dan Brigpol Riza F, diterjunkan sejak pukul 11.00 WIB. Mereka bukan sekadar melihat, tetapi mengecek langsung kondisi tanaman—cabai, mentimun, dan terong—yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan berbasis pekarangan.
Pendekatan yang dilakukan pun tak normatif. Petugas aktif memberikan motivasi kepada pemilik lahan agar tanaman dirawat serius, bukan hanya ditanam untuk memenuhi kewajiban program. Sebab, inti dari P2B adalah keberlanjutan, bukan pencitraan.
Dalam laporan resmi kepada Kapolres Lamongan, kegiatan disebut berjalan kondusif. Namun lebih dari itu, ada pesan yang lebih dalam: pengawasan di level bawah menjadi kunci agar program negara benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Langkah Polsek Karanggeneng ini memperlihatkan pergeseran peran polisi—tak melulu soal penegakan hukum, tetapi juga pengawalan program strategis, termasuk sektor pangan yang kini menjadi isu krusial.
Di tengah ancaman krisis pangan global, gerakan kecil dari pekarangan warga seperti di Mertani bisa menjadi benteng awal. Syaratnya satu: pengawasan tak boleh kendor, dan program tak boleh dibiarkan mati di laporan.
Reporter: Analisa
Editor: Nur