Polisi Turun ke Lahan Warga, Ketahanan Pangan Tak Lagi Sekadar Wacana

Analisajatim.id | Lamongan — Ketahanan pangan bukan jargon kosong. Di Kalitengah, aparat kepolisian ikut turun tangan memastikan lahan tak terbengkalai dan produksi tetap berjalan. Sabtu (25/4/2026), Polsek Kalitengah melakukan monitoring langsung program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di Desa Sugihwaras.

Sejak pukul 09.15 WIB, tiga personel—Aiptu Fathoni, Bripka Hendrik, dan Bripka Ferry—menyambangi lahan milik warga bernama Sukandar. Fokusnya jelas: memastikan kesiapan lahan untuk penanaman bawang merah sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan lokal.

Langkah ini bukan sekadar kunjungan simbolik. Polisi hadir untuk memastikan program berjalan nyata di lapangan. Dari pengecekan kondisi tanah hingga kesiapan tanam, semua dipantau langsung. Pesannya lugas: lahan produktif harus dimanfaatkan, bukan dibiarkan kosong.

Dalam perspektif hukum dan kebijakan nasional, ketahanan pangan menjadi bagian dari kepentingan strategis negara. Negara—melalui seluruh instrumennya, termasuk kepolisian—memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas pasokan pangan. Kegagalan mengelola potensi lokal bisa berujung pada kerawanan sosial dan ekonomi.

Monitoring P2B ini menjadi bukti bahwa peran polisi tak melulu soal penegakan hukum. Di sektor pangan, kehadiran aparat menjadi penguat—mengawal, mengawasi, sekaligus mendorong partisipasi warga.

“Program ini harus hidup di masyarakat. Ketahanan pangan dimulai dari pekarangan sendiri,” menjadi garis tegas dalam kegiatan tersebut.

Hasilnya, proses persiapan lahan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali. Namun aparat mengingatkan, keberlanjutan program bergantung pada konsistensi warga dalam mengelola lahan.

Di tengah tekanan ekonomi dan ancaman krisis pangan global, langkah kecil di desa bisa berdampak besar. Kalitengah mulai bergerak—dan polisi memastikan gerakan itu tidak berhenti di tengah jalan.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan