Polisi Turun ke Pekarangan, Kawal Program Pangan Bergizi di Turi Lamongan

Analisajatim.id | Lamongan — Kepolisian tak hanya bicara keamanan. Di Desa Turi, Kecamatan Turi, aparat turun langsung mengawal ketahanan pangan warga. Rabu (29/4/2026) pukul 10.00 WIB, jajaran Polsek Turi melakukan monitoring Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di rumah warga hingga lahan sawah dan tambak.

Langkah ini bukan seremoni. Polisi memastikan program selaras dengan arah kebijakan nasional dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia—khususnya pada penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Kegiatan dipimpin personel Polsek Turi, di antaranya Aiptu Riduwan, Aiptu Subiantoro SH, Aipda Hariyanto, dan Aipda Budi. Mereka menyisir langsung pekarangan warga yang ditanami komoditas bergizi seperti kelengkeng, jeruk, pepaya, jambu, pisang, dan tanaman produktif lainnya.

Fakta di lapangan menunjukkan, pemanfaatan pekarangan bukan sekadar hobi. Ini menjadi strategi riil menghadapi ancaman krisis pangan dan fluktuasi harga. Polisi hadir memastikan program berjalan, bukan hanya di atas kertas.

“Monitoring ini bagian dari pengawasan dan pendampingan agar program P2B benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” demikian garis besar laporan Kapolsek Turi kepada Kapolres Lamongan.

Secara hukum, langkah ini sejalan dengan peran Polri dalam fungsi pembinaan masyarakat (Binmas), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Polisi memiliki kewenangan tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga mendorong ketahanan sosial, termasuk sektor pangan.

Hasilnya? Situasi terpantau aman dan terkendali. Tidak ada gangguan di lapangan. Program berjalan, warga terlibat, dan polisi mengawal.

Di tengah ancaman perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi, pola seperti ini menjadi jawaban konkret: pekarangan hidup, pangan aman, dan negara hadir hingga level desa.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan