Polisi Turun ke Pekarangan, Program Pangan Bergizi Disisir: Ketahanan Pangan Tak Boleh Sekadar Wacana
LAMONGAN, Analisajatim.id – Ketahanan pangan bukan jargon kosong. Aparat Polsek Karanggeneng turun langsung ke lapangan, memastikan program pemerintah benar-benar berjalan, bukan sekadar laporan di atas kertas.
Sabtu (18/04/2026), pukul 10.30 WIB, dua personel—Aiptu Herwanto dan Aipda Sugeng Priyanto—diterjunkan untuk melakukan monitoring dan pengecekan Program Pangan Bergizi (P2B) di wilayah Kecamatan Karanggeneng.
Lokasi yang disasar bukan lahan besar atau proyek formal, melainkan pekarangan warga. Tepatnya di rumah Bapak Wardi, RT 03 RW 01, Desa Sonoadi. Di sinilah fakta hukum diuji: apakah program benar-benar menyentuh rakyat?
Dari Pekarangan ke Ketahanan: Polisi Kawal, Warga Bergerak
Di lokasi, petugas tidak sekadar melihat. Mereka memastikan program berjalan nyata—tanaman singkong tumbuh di lahan pekarangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Peran polisi di sini bukan represif, melainkan sebagai penggerak desa. Mereka memberi motivasi, memastikan keberlanjutan, sekaligus mengawal agar program pemerintah tidak mandek di tengah jalan.
Langkah ini menjadi sinyal tegas: pengawasan tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga pada implementasi kebijakan strategis negara.

Fakta Lapangan: Program Jalan, Situasi Terkendali
Laporan resmi yang diterima redaksi Analisajatim.id mencatat kegiatan berlangsung kondusif dan terkendali. Tidak ada hambatan berarti, dan warga menunjukkan respons positif terhadap program tersebut.
Namun, pesan yang lebih besar dari giat ini jelas—ketahanan pangan tidak bisa ditunda. Di tengah tekanan ekonomi dan ancaman krisis global, langkah kecil di pekarangan warga bisa menjadi benteng besar bagi stabilitas nasional.
Polisi hadir memastikan satu hal: program berjalan, rakyat bergerak, dan negara tidak absen.
Reporter: Tim Analisa
Editor: Nur