Polisi Turun ke Pekarangan Warga, Program Pangan Bergizi Dikawal: Bukan Sekadar Tanam Cabai, Ini Soal Hak Dasar
LAMONGAN, Analisajatim.id – Ketahanan pangan bukan jargon kosong. Di Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, aparat kepolisian turun langsung ke pekarangan warga memastikan program pemerintah benar-benar berjalan, bukan sekadar laporan di atas kertas.
Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 09.45 WIB, dua personel Polsek Karanggeneng, Aipda Nur Said dan Aipda Sugeng Priyanto, melakukan monitoring dan pengecekan Program Pangan Bergizi (P2B). Lokasinya sederhana: pekarangan milik warga, Ibu Walina, RT 03 RW 01. Namun dari titik kecil itu, pesan besar ditegaskan—ketahanan pangan dimulai dari rumah.
Di lahan tersebut, cabai kecil mulai ditanam. Bagi sebagian orang mungkin sepele. Tapi dalam kerangka hukum, ini menyentuh aspek fundamental. Negara menjamin hak warga atas pangan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Artinya, setiap upaya memperkuat akses pangan bergizi bukan hanya program, melainkan kewajiban yang harus diawasi pelaksanaannya.
Polisi dalam hal ini tidak berdiri sebagai penonton. Mereka berperan sebagai penggerak sekaligus pengawas sosial di tingkat desa. Kehadiran mereka memastikan program tidak mandek, tidak disalahgunakan, dan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya melakukan pengecekan, tetapi juga memberikan motivasi langsung kepada warga. Dorongan itu penting. Sebab program pangan berbasis pekarangan hanya akan berhasil jika masyarakat terlibat aktif, bukan sekadar menerima instruksi.
Fakta di lapangan menunjukkan, penguatan ketahanan pangan di tingkat desa menjadi benteng awal menghadapi ancaman krisis pangan dan gejolak harga. Jika program ini diabaikan, dampaknya bisa meluas—dari kerawanan sosial hingga potensi pelanggaran hak dasar warga.

Monitoring berjalan kondusif. Namun pesan yang lebih penting mengemuka: pengawasan harus terus dilakukan. Program pemerintah tak boleh berhenti di seremoni. Harus hidup, tumbuh, dan dirasakan.
Di Karanggeneng, polisi memastikan satu hal—negara hadir, bahkan sampai ke halaman rumah warga.
Reporter: Tim Analisa
Editor: Nur