Polsek Kalitengah Terapkan ‘Polisi Hadir’ di Titik Rawan Sekolah & Kerja Demi Ketertiban Pagi Hari

Lamongan, Analisajatim.id – Keamanan publik tidak hanya diukur dari angka kriminalitas malam hari; ia juga ditentukan oleh ketertiban pada jam-jam kritis saat warga memulai aktivitas. Menyadari hal ini, Kapolsek Kalitengah AKP Heri Prasetyo Wibowo mengerahkan Bripka Hendrik untuk menggelar Commander Wish (CW) pagi intensif di Desa Dibee pada Jumat (19/6/2026) pukul 06.00 WIB. Langkah ini bukan sekadar rutinitas penyambutan; ia merupakan intervensi preventif berbasis kehadiran fisik untuk mengatur arus lalu lintas dan memfasilitasi penyeberangan warga yang berangkat kerja maupun sekolah.
Kehadiran polisi di titik-titik rawan kemacetan dan keramaian pagi hari membantah asumsi bahwa aparat hanya berfungsi sebagai penegak hukum represif. Di sini, mereka bertransformasi menjadi mitra keselamatan aktif bagi masyarakat. Fokus CW kali ini sangat spesifik: memastikan anak-anak sekolah menyeberang jalan dengan aman, serta mencegah tumpukan kendaraan yang dapat memicu gesekan atau kecelakaan di awal hari. Dengan menempatkan personel secara presisi sebelum puncak kesibukan tiba, aparat menciptakan mekanisme pengaturan organik yang sulit ditembus oleh kelalaian pengguna jalan.

“Kami hadir untuk memastikan setiap warga memulai harinya dengan rasa aman, bukan kecemasan. Ketertiban pagi adalah fondasi produktivitas harian,” ujar sumber kepolisian di lokasi. Fakta membuktikan efektivitas strategi ini: situasi Harkamtibmas selama kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif penuh tanpa insiden berarti. Sinergi antara patroli aktif dan partisipasi warga menciptakan ekosistem mobilitas yang bertanggung jawab dan humanis.
Langkah Polsek Kalitengah ini menegaskan komitmen penegakan supremasi hukum yang adaptif terhadap dinamika sosial kontemporer. Konsep SEHATI (Sinergi Empati Humanis Amanah Tegas Inovatif) diterjemahkan secara nyata melalui tindakan sederhana namun berdampak besar. Kapolsek Kalitengah menegaskan, toleransi nol terhadap pelanggaran tata tertib lalu lintas yang membahayakan nyawa. Mari wujudkan Lamongan yang disiplin, empatik, dan produktif. Ketertiban bersama dimulai dari kesadaran kolektif akan pentingnya saling menjaga di setiap langkah perjalanan.
(Reporter: Analisa | Editor: Nur)