Pusta Raya 2026 Dibuka, Lamongan Dorong Perpustakaan Jadi Benteng Literasi di Tengah Gempuran Era AI

Analisajatim.id | Lamongan,- Di tengah derasnya arus teknologi dan ledakan informasi pada era Artificial Intelligence (AI), Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan pentingnya memperkuat budaya literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Salah satu langkah konkret yang dilakukan ialah menggelar Festival Literasi Lamongan Pusta Raya Tahun 2026 sebagai upaya mempromosikan perpustakaan sebagai sarana pembelajaran seumur hidup.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari, mulai Selasa (30/6) hingga Kamis (2/7) di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat budaya membaca sekaligus memperluas akses literasi masyarakat.

Membuka kegiatan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa tantangan pembangunan manusia saat ini tidak lagi hanya soal akses informasi, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memilah informasi yang benar dan menolak informasi yang menyesatkan.

Menurutnya, festival literasi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen strategis membangun karakter generasi di tengah banjir informasi digital.

“Festival seperti ini menjadi penting bagi kita semuanya, terutama anak-anak, agar memiliki penguatan karakter yang dibentuk melalui literasi sehingga mampu membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Data yang disampaikan menunjukkan masih adanya pekerjaan besar di sektor literasi daerah. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Lamongan Tahun 2025 tercatat sebesar 18,9, sementara Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) berada pada angka 61,51.

Angka tersebut menjadi sinyal bahwa perpustakaan tidak lagi cukup diposisikan sebagai ruang penyimpanan buku, tetapi harus berevolusi menjadi pusat pembelajaran yang aktif, adaptif, dan terintegrasi dengan pembangunan manusia.

“Perpustakaan memiliki peran yang semakin penting dan semakin terintegrasi dalam pembangunan sumber daya manusia,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, Umuronah, menjelaskan bahwa pembacaan capaian literasi saat ini tidak dapat dibandingkan secara sederhana dengan periode sebelumnya.

Hal tersebut merujuk pada perubahan regulasi nasional melalui Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 7 Tahun 2025 tentang pengukuran IPLM dan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 9 Tahun 2025 mengenai metode pengukuran TKM.

Menurut Umuronah, metode terbaru menggunakan instrumen yang lebih substantif dalam menilai kinerja perpustakaan.

“Berdasarkan peraturan tersebut, hasil pengukuran saat ini tidak menunjukkan penurunan atau kenaikan, melainkan menghasilkan nilai baru dengan perspektif pengukuran yang lebih mendalam terhadap kinerja perpustakaan,” jelasnya.

Pelaksanaan Pusta Raya 2026 sekaligus menjadi pesan bahwa di tengah dominasi teknologi berbasis AI, perpustakaan tetap memegang posisi strategis sebagai ruang pembelajaran sepanjang hayat. Tantangan ke depan bukan sekadar menyediakan informasi, tetapi memastikan masyarakat memiliki kemampuan literasi yang cukup untuk memahami, menguji, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan