Sikat Stunting dari Pekarangan! Polsek Turi Sulap Balun–Wangunrejo Jadi Lumbung Buah Bergizi

LAMONGAN, Analisajatim.id – Polsek Turi tak melulu bicara patroli dan borgol. Di tengah tekanan harga pangan dan ancaman stunting, aparat kepolisian justru turun ke halaman rumah warga. Targetnya jelas: ketahanan pangan keluarga sebagai senjata melawan gizi buruk.

Senin (02/02/2026), dua personel Polsek Turi, Aipda Agus Setiyo Wibowo dan Bripka Tri Wicaksono, menyisir Desa Balun dan Desa Wangunrejo.

Bukan untuk mencari pelanggaran, melainkan memastikan Program P2B (Pekarangan Pangan Bergizi) benar-benar hidup, tumbuh, dan memberi manfaat nyata.

Monitoring yang dimulai pukul 10.50 WIB ini menyasar pekarangan rumah warga yang kini tak lagi sekadar hiasan. Berbagai tanaman buah diperiksa progresnya—kelengkeng, jeruk, pepaya, jambu, hingga pisang—semua diarahkan menjadi sumber vitamin yang mudah dijangkau keluarga.


“Kami ingin warga mandiri. Gizi itu tidak harus mahal, tapi harus tersedia. Pekarangan rumah adalah kekuatan pangan paling dekat dengan keluarga,” tegas Aipda Agus Setiyo Wibowo di sela kegiatan di Wangunrejo.

Edukasi yang Masuk Dapur Warga
Tak berhenti pada pemantauan, Bripka Tri Wicaksono aktif memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya pangan bergizi berbasis rumah tangga.

Menurutnya, buah-buahan di pekarangan adalah benteng pertama melawan stunting dan investasi kesehatan jangka panjang.

Langkah ini menegaskan bahwa sinergi polisi dan masyarakat tak hanya menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga menjaga masa depan generasi. Dari Balun hingga Wangunrejo, Polsek Turi menanam lebih dari sekadar pohon—mereka menanam harapan.

Pesannya lantang: ketahanan pangan nasional dimulai dari pot kecil di depan teras rumah.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan