Sinergi Tiga Pilar Kawal Ibadah Pindapata Massal di Palmerah, Toleransi Dijaga, Keamanan Diperkuat

Analisajatim.id | Lamongan — Komitmen menjaga kebebasan beribadah dan memperkuat harmoni antarumat beragama kembali ditunjukkan melalui sinergi nyata aparat dan pemerintah di wilayah Jakarta Barat. Danramil 03/Grogol Petamburan (GP) Mayor Kav Tri Atmojo turun langsung memimpin monitoring dan pengamanan kegiatan Ibadah Pindapata Massal dalam rangka Perayaan Trisuci Waisak 2570 BE/2026 di Vihara Metta, Palmerah, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Palmerah Utara IV RT 005/RW 007, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat tersebut diikuti sekitar 200 jemaat dengan penanggung jawab kegiatan Fredy Hamdani.

Momentum keagamaan yang berlangsung khidmat itu sekaligus menjadi cerminan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ruang ibadah tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.
Turut hadir dalam pengamanan dan monitoring kegiatan antara lain Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Hj. Iin Mutmainah, Kapolsek Palmerah AKP Parman Nainggolan, Camat Palmerah Febri Andri, serta Lurah Palmerah Uki Elianto, SE., M.Tr.A.P. Kehadiran unsur pemerintah, TNI, Polri, dan elemen masyarakat menjadi simbol nyata bahwa stabilitas wilayah dibangun melalui kebersamaan.
Dalam keterangannya, Mayor Kav Tri Atmojo menegaskan bahwa kehadiran aparat bukan sekadar menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga memastikan nilai toleransi terus tumbuh dan terjaga.
“Kami dari Koramil 03/GP berkomitmen penuh untuk menjaga toleransi antarumat beragama dan memastikan kenyamanan warga dalam beribadah. Kehadiran Tiga Pilar di lapangan adalah bukti solidnya sinergitas kami demi mewujudkan wilayah Jakarta Barat yang aman dan damai,” tegasnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan 5 personel TNI dari Koramil 03/GP, 5 personel Polri dari Polsek Palmerah, 6 personel Satpol PP, serta 4 personel Dinas Perhubungan. Dukungan juga datang dari unsur Kelurahan Palmerah, LMK, FKDM, pengurus RT/RW, dan tokoh masyarakat setempat.

Ibadah yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut berakhir sekitar 11.00 WIB dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan kendala maupun gangguan selama kegiatan berlangsung.
Pengamanan ini menunjukkan bahwa toleransi tidak berhenti pada narasi, tetapi hadir melalui kerja nyata, koordinasi lapangan, dan komitmen bersama menjaga hak setiap warga untuk menjalankan ibadah dengan tenang dan bermartabat.
Reporter: M. Solichin
Editor: Nur