Sinergi Tiga Pilar Perkuat Ketertiban Kota, Babinsa Koramil 03/GP Hadiri Pemetaan Risiko Gangguan Trantibum di Grogol

Analisajatim.id | Jakarta Barat – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah perkotaan tidak bisa dibebankan kepada satu institusi semata. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat, terukur, dan berbasis partisipasi masyarakat. Semangat itulah yang tergambar dalam kegiatan Participatory Urban Appraisal (PUA) yang digelar di Aula Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan unsur Tiga Pilar tersebut dihadiri Babinsa Kelurahan Grogol dari Koramil 03/Grogol Petamburan, Pelda Kiki Andi Winata, bersama jajaran pemerintah daerah, kepolisian, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen strategis lainnya.

Forum PUA menjadi wadah pemetaan berbagai potensi gangguan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum) yang berpotensi muncul di wilayah perkotaan. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat dilibatkan secara langsung untuk mengidentifikasi persoalan lingkungan sekaligus merumuskan langkah-langkah pencegahan yang efektif.

Acara dibuka oleh Kasatpol PP Kecamatan Grogol Petamburan, Cahya Melansari, yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan tata kelola wilayah yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Camat Grogol Petamburan RM Pradana Putra, Lurah Grogol Adi Saputro, unsur Polri, Dinas Perhubungan, Gulkarmat, LMK, FKDM, para Ketua RW, Karang Taruna, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat setempat.

Dari hasil pembahasan forum, sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan keamanan lingkungan, tata ruang, mobilitas masyarakat, hingga potensi kerawanan sosial menjadi fokus perhatian bersama. Pendekatan ini dinilai penting untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Di tempat terpisah, Danramil 03/Grogol Petamburan Mayor Kav Tri Atmojo menegaskan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung terciptanya wilayah yang aman dan kondusif.

“Kehadiran Babinsa dalam kegiatan Participatory Urban Appraisal merupakan bentuk nyata kedekatan TNI dengan masyarakat. Melalui pemetaan partisipatif, berbagai potensi gangguan ketertiban dapat dideteksi lebih awal sehingga langkah pencegahan bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” tegas Mayor Kav Tri Atmojo.

Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas wilayah perkotaan yang semakin kompleks.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa model kolaborasi seperti PUA tidak hanya menjadi forum diskusi formal, tetapi juga instrumen penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap keamanan lingkungannya sendiri. Ketika seluruh unsur bergerak dalam satu visi, potensi konflik sosial, pelanggaran ketertiban umum, maupun gangguan keamanan dapat diminimalisasi secara efektif.

Kegiatan Participatory Urban Appraisal Kelurahan Grogol berakhir pada pukul 11.45 WIB dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Hasil pemetaan yang diperoleh nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sosial dan keamanan wilayah Kecamatan Grogol Petamburan ke depan.

Reporter: M. Solichin
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan