Sinergi TNI–Kelurahan Bergerak, Babinsa Koramil 01/Taman Sari Gencarkan Pilah Sampah dari Rumah Tangga untuk Tekan Beban Bantargebang

Analisajatim.id | Jakarta Barat — Persoalan sampah yang terus menjadi tantangan kawasan perkotaan mendapat respons nyata di tingkat akar rumput. Melalui pendekatan komunikasi sosial (Komsos), Babinsa Kelurahan Maphar Koramil 01/Taman Sari memperkuat kolaborasi dengan aparatur wilayah dan masyarakat guna mempercepat implementasi budaya pilah sampah sejak dari rumah tangga.

Kegiatan yang berlangsung Minggu (21/6/2026) pukul 08.40 WIB di depan Pos RW 02, Jalan Kebon Jeruk I, RT 002/RW 02, Kelurahan Maphar, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat itu menghadirkan Babinsa Kelurahan Maphar Pelda Ery Hendrawan, Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Maphar, Ketua RW 02, serta para Ketua RT setempat.

Dalam forum yang berlangsung santai namun produktif tersebut, Pelda Ery menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung program pemerintah terkait pengelolaan sampah berbasis sumber atau rumah tangga.

Menurutnya, keterbatasan kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk mengubah pola pengelolaan sampah.

“Kami mengimbau para Ketua RT agar terus mengedukasi warga untuk memilah sampah sebelum dibuang. Saat ini, sampah yang diprioritaskan menuju Bantargebang adalah yang memang tidak bisa didaur ulang. Kesadaran dari tingkat rumah tangga menjadi kunci utama,” tegas Pelda Ery.

Ia menjelaskan, langkah tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan dan program unggulan jajaran Korem 052/Wijaya Krama yang mendorong solusi pengelolaan lingkungan berbasis teknologi sederhana namun berdampak nyata.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan insinerator skala kecil ramah lingkungan. Teknologi ini dirancang untuk meminimalkan emisi asap, sementara residu pembakaran dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan pendukung penghijauan dan pupuk tanaman.

Secara terpisah, Danramil 01/Taman Sari Mayor Inf Manatap Rajagukguk, S.E., M.H., M.M. menegaskan bahwa kehadiran Babinsa tidak hanya berfokus pada aspek teritorial dan keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi persoalan sosial masyarakat.

“Komsos merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat untuk mendukung program pemerintah daerah. Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. Dengan edukasi pilah sampah serta dukungan program insinerator ramah lingkungan, kita optimistis dapat mewujudkan lingkungan pemukiman yang bersih, sehat, dan menuju konsep zero-waste,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat respons positif dari perangkat masyarakat. Para Ketua RT dan unsur kewilayahan yang hadir menyatakan komitmen untuk meneruskan edukasi serta mengawal implementasi pemilahan sampah kepada warga di lingkungan masing-masing.

Langkah kecil dari tingkat RW ini menjadi pesan kuat bahwa penyelesaian persoalan lingkungan tidak cukup mengandalkan kebijakan besar, tetapi membutuhkan disiplin kolektif yang dimulai dari rumah.

(Reporter: M. Solichin | Editor: Nur)

Tinggalkan Balasan