Suntikan Mandiri di Kota Soto: Lewat KRTP, Pemkab Lamongan Tancap Gas “Matikan” Akar Kemiskinan

LAMONGAN, Analisajatim.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan benar-benar mengubah arah kompas dalam perang melawan kemiskinan. Bantuan sosial yang selama ini dinilai hanya memadamkan gejala, kini ditinggalkan. Sebagai gantinya, Pemkab memilih jalur tegas dan berani: pemberdayaan ekonomi berbasis kemandirian.

Lewat program prioritas Yakin Semua Sejahtera (YSS), Pemkab Lamongan menempatkan Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) sebagai ujung tombak pemulihan ekonomi keluarga. Filosofinya jelas: bukan lagi sekadar memberi ikan, melainkan memastikan kail, umpan, dan cara memancing benar-benar dikuasai.

Transformasi ini bukan tanpa alasan. Pola charity dinilai tak menyentuh akar masalah kemiskinan. Sejak digulirkan pada 2022 hingga 2025, program KRTP telah menjangkau 294 perempuan tangguh di 23 kecamatan, dari pesisir Brondong hingga wilayah pelosok Ngimbang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, Galih Yanuar Medi Pratama, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi jangka panjang, bukan tambal sulam.

> “Ini bukan sekadar bagi-bagi modal. Ini adalah upaya sistematis untuk memutus rantai kemiskinan dari hulunya, dengan fokus pada kemandirian dan keberlanjutan,” tegas Galih saat ditemui di Kantor Dinsos Lamongan, Kamis (22/1/2026).

Efektivitas strategi ini tercermin dari data. Angka kemiskinan di Kota Soto terus melandai secara konsisten:

2023: 12,42%

2024: 12,16%

2025: 12,03%

Target 2026: dipatok optimistis di 11,95%

Tren ini menjadi bukti bahwa pendekatan pemberdayaan mulai menunjukkan dampak nyata.

Memasuki 2026, Pemkab Lamongan kembali menggeber program dengan menyasar 32 KRTP baru, masing-masing menerima modal usaha Rp4 juta. Namun, uang bukan segalanya.

Pemkab menerapkan monitoring ketat tiga kali dalam setahun untuk memastikan usaha benar-benar berjalan. Hasilnya mencengangkan: tidak satu pun usaha KRTP binaan yang tumbang hingga hari ini.

Dengan kriteria penerima yang ketat—perempuan usia 17–57 tahun yang masuk DTSEN Desil 1–4—Lamongan kian yakin bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya solusi ekonomi, tetapi kunci memutus kemiskinan lintas generasi.

Di Kota Soto, kemiskinan tak lagi dilawan dengan belas kasihan, melainkan dengan kemandirian yang terukur dan berkelanjutan.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan