Telan Dana Ratusan Juta Untuk Pemeliharaan Sarpras,  Namun SMPN 1 Sine Kumuh, Kusam, Tidak Terawat

Ngawi, Analisa jatim.id,- pemerintah memprioritaskan sektor pendidikan secara mutlak, bahkan nyaris tidak tersentuh efisiensi, lebih – lebih di era presiden Prabowo Subianto ini masih ditambah dengan makan bergizi gratis ( MBG), dengan mendapatkan kualitas pendidikan yang layak, baik segi mutu pendidikan maupun sarana dan prasarananya, dengan harapan untuk mendapatkan generasi emas seperti yang dicanangkan.

  Namun fakta dilapangan masih banyak dijumpai pengelolaan anggaran pendidikan terutama dana bantuan operasional sekolah ( BOS), tidak transparan, dan cenderung diduga terjadi penyimpangan, tidak digunakan sebagainana mestinya.

Contoh saja di SMPN 1 Sine kecamatan Sine kabupaten Ngawi Jawa – Timur, data yang berhasil dihimpun awak media, sekolah ini mempunyai jumlah siswa sekitar 500 an, dengan total menerima dana BOS setahun kisaran 700 juta Rupiah lebih, dengan alokasi untuk pemeliharaan sarana dan prasarana  ( sarpras) sekolah 125 juta an per tahunnya.

Dari angka tersebut tentu sebuah budget yang besar, sangat longgar untuk menjaga sekolah agar tetap terawat dengan baik. 

Namun fakta dilapangan jauh dari harapan, dijumpai dari tahun ke tahun terutama akhir – akhir ini, gedung sekolah tidak nampak ada perawatan, cat tambah kusam menandakan tidak adanya re upgrade baru, keramik gerbang banyak yang copot, dengan onggokan sampah di belakang pintu masuk, taman  kotor ditumbuhi rumput, dengan tanaman tidak terurus liar, atap gedung sekolah pun ada yang jebol.

Dipapan mading sekolah tidak dipasang papan informasi penggunaan dana BOS yang menandakan lembaga tersebut transparan dalam mengelola keuangannya, sehingga publik tahu dan mengerti kemana dan untuk apa anggaran bantuan dari negara dipergunakan.

Sugiyanto kepala sekolah saat mau dikonfirmasi, tidak berada ditempat, ” bapak lagi DL, Kalau gak ya di SMPN 3 Sine, beliau rangkap jadi Plt kepala disana, ” ungkap staf pegawai yang berada di kantor sekolah tersebut pada awak media, Selasa 6/1/26.

Namun KS tersebut saat dihubungi lewat telpon HP tidak mau merespon, di chat Whatsapp  ( WA) pesan yang dikirim cuma dibaca saja, tanpa mau membalas.

Sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban dari kepala sekolah terkait kondisi lingkungan dan gedung sekolah yang sedemikian itu,  padahal kalau disandingkan dengan sama – sama SMPN terdekat misalnya SMPN 2 Ngrambe, yang dipimpin Nurhadi, walau sekolah yang jumlah muridnya lebih sedikit, ibarat bumi langit.

SMPN 2 Ngrambe jauh lebih bagus, terawat bersih, dengan selalu upgrade cat gedung  baru tiap tahun, taman – taman indah dengan pohon – pohon juga gazebo yang tertata rapi, lapangan olah raga mumpuni, sehingga murid dalam pembelajaran nyaman, ” Saya juga heran masih ada teman sekolah yang tidak empati pada lingkungan sekolahnya yang merupakan rumah keduanya, dan jadi ladang kerja penghidupannya, ” kata Nurhadi beberapa waktu  lalu sembari keheranan. ( Budi)

Tinggalkan Balasan