Lamongan, Analisajatim.id, – Duka mendalam menyelimuti Desa Gampangsejati, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Seorang petani bernama Saripin (58) ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar di tubuhnya.
Kejadian nahas ini terjadi pada Jumat (21/3) sekitar pukul 18.00 WIB di sawah milik korban yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.
Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, kronologi kejadian bermula saat korban berangkat ke sawah sekitar pukul 15.40 WIB untuk menggarap lahannya.
Waktu berbuka puasa tiba, namun Saripin tak kunjung pulang ke rumah. Keluarga yang cemas kemudian menyusul ke sawah.
“Istri korban, Sujiati, dan anaknya, Khoiful Farid, menemukan korban tergeletak tak bernyawa di pematang sawah sekitar pukul 18.00 WIB,” ungkap Ipda Hamzaid, Sabtu (22/3).
Betapa terkejutnya mereka mendapati Saripin sudah tak bernyawa dengan posisi tergeletak di pematang sawah.
Keluarga segera mengevakuasi korban dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan luka bakar di dada dan pergelangan tangan korban sepanjang 10 cm. Diduga luka bakar tersebut akibat sengatan listrik dari jebakan tikus yang dipasang Saripin di sawahnya.
“Pihak keluarga telah menerima musibah ini dan menolak otopsi. Mereka membuat pernyataan bahwa korban meninggal akibat tersengat listrik jebakan tikus yang dipasang di sawahnya,” jelas Ipda Hamzaid.
Atas kejadian ini, Ipda Hamzaid mengimbau para petani untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap penggunaan jebakan tikus beraliran listrik. Pasalnya, alat ini sangat berisiko, tidak hanya bagi hewan sasaran, tetapi juga bagi keselamatan petani itu sendiri.
“Jebakan tikus beraliran listrik sangat berisiko, tidak hanya bagi hewan sasaran, tetapi juga bagi keselamatan petani. Kami mengimbau masyarakat berhati-hati dalam menggunakan alat ini,” tegasnya.
Penggunaan jebakan tikus beraliran listrik memang masih menjadi perdebatan. Di satu sisi, alat ini dianggap efektif untuk membasmi tikus yang merugikan petani. Namun di sisi lain, alat ini juga sangat berbahaya jika tidak digunakan dengan hati-hati.
Sudah banyak kasus petani yang menjadi korban akibat tersengat listrik dari jebakan tikus yang mereka pasang sendiri.
Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi yang masif kepada para petani tentang bahaya penggunaan jebakan tikus beraliran listrik.
Pemerintah melalui dinas terkait juga perlu mencari solusi lain untuk mengatasi hama tikus yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Misalnya dengan mengembangkan varietas padi yang tahan terhadap serangan tikus atau dengan menggunakan musuh alami tikus.
Kesadaran dari para petani untuk tidak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik juga sangat penting. Mari kita jaga keselamatan diri dan keluarga dengan tidak menggunakan alat-alat berbahaya dalam aktivitas pertanian.
Editor : Nur
Published : Red



