WASPADA! Polsek Turi “Kepung” Bantaran Sungai, Tutup Celah Banjir dan Longsor

LAMONGAN, Analisajatim.id – Cuaca ekstrem tak lagi bisa ditebak, dan Polsek Turi memilih tak berjudi dengan keselamatan warga. Senin (02/02/2026), aparat kepolisian bergerak cepat menyisir titik-titik rawan bencana demi memastikan ancaman banjir dan longsor tak datang tanpa perlawanan.
Dipimpin Aipda Agus bersama Bripka Tri Wicaksono, patroli dimulai tepat pukul 10.45 WIB dengan fokus utama bantaran Sungai Desa Turi, Kecamatan Turi—wilayah yang kerap menjadi barometer bahaya saat hujan turun tanpa kompromi.

Patroli ini jauh dari sekadar rutinitas. Personel menyisir setiap meter bantaran sungai, mengecek potensi sumbatan sampah, retakan tanah, hingga indikasi awal pergeseran kontur yang bisa berujung bencana. Tiga ancaman utama menjadi target pengawasan: banjir, tanah longsor, dan kebakaran.
Tak berhenti pada pemantauan fisik, polisi juga mengedepankan pendekatan dialogis. Warga diberi edukasi dan imbauan tegas agar tak mengabaikan tanda-tanda alam sekecil apa pun.
“Keselamatan warga adalah harga mati. Kami ingin memastikan masyarakat Turi merasa aman dan siap jika situasi darurat terjadi,” tegas petugas di lokasi.
Hingga patroli berakhir, kondisi wilayah Kecamatan Turi terpantau aman dan terkendali. Namun Polsek Turi menegaskan pengawasan tidak akan dikendurkan. Patroli akan terus digelar secara berkala, terutama saat intensitas hujan meningkat dan di jam-jam rawan.
Masyarakat diimbau untuk aktif melaporkan jika menemukan tanda-tanda alam mencurigakan di lingkungan sekitar. Karena di tengah cuaca ekstrem, kecepatan laporan bisa menjadi penentu keselamatan.
Reporter: Analisa
Editor: Nur